KAWAH PUTIH: Kahyangan di Gunung Patuha

Sebut ini kebetulan atau keberuntungan: baru saja saya berpikir untuk mengajak Elco ke Kawah Putih karena mendapat info promo dari surel, eh ternyata Uti Elco mengajak pergi kesana bersama rombongan ibu-ibu arisan RT. Seharusnya bayar dua ratus ribuan rupiah per orang, tapi kami (saya, Elco, Oma Elco dan tak ketinggalan Sus Ifa) ditraktir oleh Yangkung Elco. Bersama para ibu arisan RT yang heboh dan penuh gaya ini, perjalanan menggunakan bus sewaan VVIP yang sangat nyaman, lengkap dengan free wi-fi dan konsumsi melimpah.

Awalnya dibilang berangkat jam 5 pagi, tapi ya begitulah. Pada kenyataannya bus jalan jam 6, padahal pagi itu pas sekali Elco bangun sendiri sudah dari jam setengah 4 subuh. Tersangkut di macetnya Cakung (maklum, hari Senin) selama sejam, kami baru masuk tol Lingkar Luar pukul 7. Sempat mampir sepuluh menit di rest area sebelum pintu keluar tol Tambun. Untunglah toiletnya banyak dan bersih sehingga tidak perlu lama mengantri. Akhirnya, setelah melalui perjalanan panjang yang aman tenteram (baca: Elco anteng, makannya lancar dan tidurnya lama), kami tiba di Kawah Putih jam setengah dua belas.

Saya terkesima dengan peningkatan kualitas layanan wisata Kawah Putih dibandingkan dengan kunjungan saya yang pertama kali beberapa tahun lalu. Sekarang sudah ada tulisan “KAWAH PUTIH” besar yang menyambut di dekat gerbang atas, depan tempat parkir mobil pribadi. Kalau dulu jalan agak becek dan mesti ekstra hati-hati, sekarang sudah rapi dan lebih terjamin keselamatannya karena sudah berupa paving block dengan pagar untuk berpegangan. Bagi pengunjung yang sudah manula juga disediakan tempat khusus untuk menikmati pemandangan Kawah Putih tanpa harus repot naik-turun tangga yang jauh.

Elco bersama rombongan Ibu-Ibu Arisan RT

Elco bersama rombongan Ibu-Ibu Arisan RT

Sebaiknya bawa topi kupluk yang bisa menutupi telinga supaya hangat, kalau perlu bawa sarung tangan juga. Kalau lupa bawa (seperti saya) bisa beli di pasar bawah, dekat tempat parkir bus. Oya, bagi pengunjung yang menggunakan bus harus turun di bawah untuk naik kendaraan kecil khusus yang telah disediakan untuk naik ke puncak Kawah Putih.

Harus menunggu penumpang penuh dulu baru jalan (12 orang/mobil)

Harus menunggu penumpang penuh dulu baru jalan (12 orang/mobil)

Sayangnya, saya datang pas berkabut disertai semilir angin dan gerimis. Waktu yang terbaik untuk ke Kawah Putih adalah saat pertengahan tahun supaya pemandangan bisa terlihat jelas saat difoto. Satu lagi hal yang penting, siapkan dana tunai yang cukup karena ATM terdekat adanya di kota (harus naik kendaraan lumayan jauh). Selain itu, pastikan kondisi tubuh sedang prima supaya tidak sakit sekembalinya dari Kawah Putih.

Saat berkabut saja indah, apalagi saat tidak berkabut

Saat berkabut saja indah, apalagi saat tidak berkabut

Sejauh pengetahuan saya tidak ada negara lain yang memiliki kawah secantik Kawah Putih ini, serasa berada di dunia lain yang mistis. Air yang berwarna hijau biru turquoise, tanah yang putih. Di mana lagi ada tempat yang seperti ini? Misterius yang romantis. Tidak heran jika Kawah Putih sering menjadi pilihan tempat foto pre wedding.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s