TMII: Keliling Indonesia dalam 1 Hari

Bak pucuk dicinta ulam tiba, ceplosan Mama yang ingin mengajak cucunya ke TMII terwujud ketika suami saya mendadak bilang ada wedding gig di Sasana Kriya. Jadilah hari Sabtu pertama di tahun 2014 kami masuk gratisan ke TMII yang seharusnya bayar Rp10,000/orang dengan mantra: “Mau ke pernikahan, Pak” di gerbang masuk. Lumayan penghematannya. Rombongan pernikahannya adalah saya, suami, anak saya Elco, Oma Elco, adik saya Matthew, Sus Ifa dan Pak Udi The Driver. Sementara suami check sound dan bermusik ria, sisanya memilih berkeliling menyusuri Indonesia versi mini ini.

Mengingat ini merupakan kunjungan Elco yang pertama kali, tentu saja sebagai Mama yang bijak saya melakukan hal teratas yang ada di Top Ten Things to Do at TMII, yaitu: Naik Kereta Gantung! Yup, apalagi dengan waktu yang terbatas, ada baiknya kita menikmati keliling Indonesia dari atas supaya bisa melihat lokasi semua anjungan dan mengincar target tempat yang mau dikunjungi terlebih dahulu. Pemandangan yang paling menarik untuk dilihat adalah ketika Kereta Gantung melintasi danau besar dengan pulau-pulau kecilnya yang merupakan miniatur Kepulauan Indonesia.

Siapkan dana Rp30,000/orang untuk menikmati Kereta Gantung TMII (khusus bayi yang belum berusia 1 tahun tidak dikenakan biaya). Kalau datang di masa liburan biasanya antrian cukup panjang, namun jauh lebih sedikit antriannya jika kita masuk dari terminal yang di dekat Anjungan Papua (bukan dari terminal yang di dekat Keong Mas ataupun Graha Wisata Remaja). Jangan lupa untuk membaca Peraturan Keselamatan dan Ketentuan yang ada (dan dilaksanakan) dengan baik demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Termasuk tidak boleh berdiri ataupun berpindah tempat saat kabin bergerak.

Termasuk tidak boleh berdiri ataupun berpindah tempat saat kabin bergerak.

Turun dari Kereta Gantung, kami langsung bergegas melakukan nomor dua dari Top 10 Things to Do at TMII: Berkunjung ke Anjungan Daerah Asal Keturunan! Nah, kalau yang ini tidak usah bayar lagi. Elco saya ajak mengenali akar budayanya sebagai Kawanua, keturunan Manado. Dengan bangga saya memboyong Elco ke Anjungan Sulawesi Utara yang letaknya tidak jauh dari Istana Anak-Anak Indonesia. Sebenarnya rencana berikutnya adalah mengunjungi Anjungan Jawa Timur dan Jawa Tengah mengingat Eyang Kakung Elco berasal dari Tulungagung, sedangkan Eyang Putri berasal dari Solo. Akan tetapi, apa mau dikata matahari terlanjur tenggelam dan Elco sudah mengantuk.

Gerbang masuk Anjungan Sulawesi Utara

Gerbang masuk Anjungan Sulawesi Utara

Saya jelas berencana untuk ke TMII lagi, namun berikutnya tentu sebaiknya datang lebih pagi. Rasanya satu hari saja tidak cukup dengan begitu banyaknya anjungan, museum dan wahana rekreasi di TMII. Kalau mau menjelajahi TMII secara maksimal tanpa habis waktu di perjalanan pulang-pergi, menginap saja di Hotel Santika yang berada di tepat sebelum masuk Pintu I.

Ayo, anak-anak (dan para bapak ibu) Indonesia berkunjung ke TMII! Kalau bingung bagaimana cara menanamkan rasa nasionalisme pada anak-anak kita, sepertinya rekreasi ke TMII merupakan pilihan yang tepat. Walaupun sudah tidak hafal nama-nama menteri dan bahkan tidak yakin berapa jumlah provinsi di Indonesia seperti saat masih SD dulu, saya peduli untuk mengembangkan cinta pada negeri ini dan mewariskannya pada anak. TMII, percaya atau tidak, di usianya yang sudah hampir mencapai 40 tahun masih sanggup membuat saya terpesona akan keberagaman dan kekayaan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s